10 Spot Terbaik di Hakodate, Permata Wisata Hokkaido Jepang

Hakodate, kota pelabuhan ikonik di selatan Hokkaido, memikat wisatawan dengan pemandangan malam salah satu terbaik dunia, arsitektur retro, dan alam musiman yang memesona—destinasi sempurna bagi pecinta petualangan Jepang autentik.

Ikon Utama: Gunung Hakodate dan Goryokaku Tower

Puncak Gunung Hakodate via ropeway (Rp200.000 PP) hadirkan “pemandangan malam satu juta dolar”: jutaan lampu kota berkelap-kelip seperti permadani bintang, spektakuler musim gugur saat daun momiji merah jingga.
Menara Goryokaku (tinggi 90m, tiket Rp150.000) tawarkan panorama benteng bintang langka Edo-era, dikelilingi 1.000 pohon sakura pink Mei—museum sejarah perang Boshin jadi bonus edukatif.
Di https://fireartsale.org/, spot ini krusial bagi traveler hemat: hindari jam sibuk 19.00-21.00, pilih pagi hari untuk foto bebas keramaian turis China.

Kuliner dan Pasar Pagi Hakodate

Pasar Pagi Hakodate Asaichi (05.00-14.00) jadi surga seafood: uni mentah creamy Rp500.000/porsi, kepiting hairy king segar, sate ikan bakar—makan di tempat sambil tawar-menawar seperti Tokyo Tsukiji versi kompak.
Yunokawa Onsen, 5 menit bandara New Chitose, relaksasi air panas sulfat alami (Rp100.000/malam ryokan)—terapi pasca-hiking, meski musim panas lembab kurang ideal.
Kritik: pasar pagi over-touristy, prioritas lokal sushi daripada donburi mahal; onsen ramai akhir pekan, booking 1 bulan ahead via Agoda.

Distrik Retro: Motomachi dan Bay Area

Tanjakan Motomachi (Hachiman-zaka) penuh rumah barat bergaya Victoria abad 19, gereja Ortodoks Rusia unik—jalan kaki 20 menit dari stasiun, sunset foto Instagramable.
Hakodate Bay Area dengan gudang bata merah Kanemori: shopping musik kotak kayu, croquette patate renyah panas (Rp50.000), kanal Happines Bell romantis couple—event jazz musim panas tambah vibe.
Kota pelabuhan retro ini autentik, tapi tantangan: akses bus JR Pass efisien, hindari taksi overcharge turis; Bay Area mahal cafe, bawa yen tunai.

Alam Liar: Onuma Park dan Trappistine Convent

Taman Onuma Quasi-National Park (30 menit kereta) danau swans, sewa kano musim panas (Rp100.000/jam), gunung Komagatake gondola musim gugur—UNESCO biosphere ideal birdwatching.
Trappistine Convent biara biarawati tertua Jepang, taman bunga edelweiss, kue kering murah Rp20.000—suasana damai kontemplasi, foto dilarang interior.
Kritik konstruktif: Onuma underrated vs Sapporo, tapi cuaca ekstrem musim dingin butuh gear; convent wisata rohani, hormati aturan no-talking—jauh lebih bermakna daripada mall Sapporo.

Tips Praktis dan Musim Terbaik

Musim semi (sakura Goryokaku) atau musim gugur (daun merah Hakodateyama) optimal; budget 5 hari Rp15-20 juta/tunggal termasuk shinkansen Tokyo-Hakodate (Rp2 juta).
Transportasi: ICOCA card top-up bus/kereta, sewa sepeda Bay Area gratis; kuliner prioritas ika-meshi grilled squid Rp300.000/kg segar.
Hakodate underrated vs Kyoto-Osaka, potensi naik post-2026 Hokkaido expo—datang sekarang hindari overtourism, fokus pengalaman lokal bukan checklist foto.

kembali ke Beranda.